Kamis, 23 Agustus 2012

sebuah tempat


·        Nama saya ? Saya lahir 1 april tahun 1989.Saya terlahir krna sejarah pemikiran 5 sekawan, yang merindukan kejayaan dan haus akan pengetahuan
·         saya beralamat dijalan panglima polim no 18 segala mider bandarlampung.
·         Saya memiliki banyak kenangan, mulai dari suka duka persahabatan perdebatan kegagalan juga segudang prestasi...
·         Saya sering dijadikan tempat harapan banyak orang, namun kadang waktu membuat mereka jenuh dengan saya
·         Hanya mereka yang kuat, sabar, tekun, dan ikhlas yang mampu bertahan...

Minggu, 29 Juli 2012

GEMPAR 2012

Kegiatan yang bakalan menyita waktu gua, tapi gpp ini satu-satunya organisasi yang dia "DK" setujuin gua ikutin

Teori tanpa implementasi itu sampah !!!!

saat mencoba implementasi

Ilmu yang kita punya bisa didapet dari berbagai hal, mulai dari benda tak bernyawa sampai orang sekitar kita.... bisa didapat dari pengalaman sendiri, bisa juga dari mendenger cerita orang lain, yaa ilmu mah gak Cuma makro mikro fisika matematika, ilmu kehidupan itu juga harus dikuasain. Tapi namanya ilmu tanpa implementasi itu bener-bener gak guna...
muka bahagia gua seteleh berhasil bikin mereka show up
Oleh karenanya gua berusaha mengimplementasikan ilmu yang gua dapaet buat ngelatih adik-adik gua di sebuah organisasi yang udah membesarkan dan memberikan gua banyak pengalaman...

Minggu, 22 Juli 2012

Thanks God For Everything

UAS selesai okay..
Sekarang tinggal menunggu hasil alias nilai akhir semester II ini, walaupun agak was-was tapi tetep sok calm biar keliatan tegar, dan apapun yang terjadi santai aja, padahal takutlah lumayan, apalagi kalo  nilai sampek ancur -...-
Yaaa harapan gua paling enggak IP bisa diatas 3,5, jangan dibawah amat, paling enggak gak jauh beda dari semester kemaren. Jujur aja semester II ini lumayan males dan beberapa mata kuliah kurang paham, masih untung absen full, meskipun ada juga sih mata kuliah yang gua bolos, tapi gak banyak amat sih, karena syarat peraturan akademik 80% itu masih bisa gua penuhi, yaa kalo gak mah gak bisa UAS dong.. biarpun dikelas Cuma raga nya aja, jiwanya entah kemana, tapi penting masuk J

Minggu, 08 Juli 2012

Bukan SALAH JALAN ...

Hidup Mahasiswa !!!
Waktu bergulir begitu cepat, tanpa terasa semester II telah terlewati, menjadi mahasiswa tingkat II bentar lagi akan di duduki. Sudah 2 jalur masuk di umumkan, dan artinya gelar mahasiswa baru sebentar lagi akan dilepaskan. Tanpa terasa perjalanan hidup selama 1 tahun di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lampung memberi gua banyak pelajaran.
Sejujurnya, gua sempet gak puas dengan jurusan yang gua dapet saat pengumuman SNMPTN Undangan setahun lalu. Gua ditolak dari universitas yang gua impikan sejak duduk di bangku sekolah menengah pertama, bahkan gua masuk kejurusan yang sama sekali gua cuma iseng masuk kesana karena bingung mau pilih apa. Iya gua keterima, di salah satu jurusan FEB Unila, IESP namanya, atau bisa disebut EP. Ada yang bilang IESP itu “ilmu ekonomi salah pilih”, ada juga yang bilang IESP itu “ilmu ekonomi sisa penjurusan” ada juga yang nyebut dengan “ilmu ekonomi susah payah” bahkan waktu masa ospek salah satu kawan jurusan seangkatan bilang EP itu “ekonomi pengangguran” dan “ekonomi pembuangan”.

short movie PILAR

Minggu, 15 April 2012

SATE LUWES


Sate luwes itulah nama sebuah tempat penjualan sate paling populer dikota Bandarlampung. Pusatnya terletak di jalan kimaja way halim, tepatnya di depan pom bensi way halim. Lokasinya mudah di jangkau, karena dekat dengan pertigaan arah way halim, urip sumoharjo dan jalan teuku umar kedaton. Usaha penjualan sate luwes ini telah berdiri sejak 1983. Awalnya usaha sate ini hanya menjual 1 atau 2 kg perharinya dengan harga Rp.12rb perporsi. Berkat keuletan dan keyakinan, serta jiwa yang pantang menyerah untuk selalu berusaha, usaha yang awalnya kecil dalam waktu 1 tahun, mampu membeli tempat sendiri.
Pemilik usaha sate luwes ini bu yayuk mengaku bahwa dia memang sejak dulu ingin berkerja sendiri dan tidak mau menjadi pekerja untuk orang lain. Pergi dari pulau jawa tepatnya kota solo ke provinsi Lampung bermodalkan tekad untuk membuka usaha sendiri. Saat ini sate luwes telah memiliki banyak cabang, nama luwes sendiri sudah menjadi merk yang digunakan hampir seluruh keluarga bu yayuk. Adik-adik bu yayuk juga menggunakan nama luwes sebagai nama untuk warung sate mereka.
Usaha sate ini sudah mulai buka mulai pukul 08.00 WIB dan tutup pukul 10.00. “Usaha warung makanan seperti ini capek dek, terkadang saya bilang sudah habis padahal belum, karena pelanggan tidak berenti dari pagi hingga sore hari” tutur bu yayuk. Saat ini setiap harinya bu yayuk dan keluarganya menghabiskan lebih dari 20 kg daging kambing. Kambing yang dipasok melalui langganannya dan siap olah.
Sate luwes sangat enak, juga teksturnya lembut, sehingga tidak mengherankan pelanggan bu yayuk saat ini banyak berasal dari kalangan menengah atas, diparkiran warung sate bu yayuk setiap malamnya sangat banyak mobil mengantri. Resep sate yang tidak pernah berbubah, dan ukuran sate yang stabil sejak dulu membuat pelanggan merasa puas. “Pelanggan tidak ada yang protes kok dek dengan harga Rp.24 rb perposi sekarang” ujarnya bangga.
Bu yayuk yang saat ini berusia 51 tahun memiliki 3 orang anak, meskipun hanya lulusan SMP tetapi anak bu yayuk yang pertama sudah sarjana, yang kedua masih menempuh pendidikan di fakultas hukum Universitas Lampung dan yang ketiga saat ini kelas 3 SMA. Bu yayuk mengaku usaha sate ini memberikan penghidupan dan kesuksan baginya. Saat ditanya mau buka cabang lagi  atau tidak, bu yayuk mengaku belum dulu mau membuka cabang, karena menurutnya memiliki hampir 5 cabang sudah cukup banyak. Dia dan keluarganya ingin menjaga kualitas dan bukan hanyak menambah kuantitas.
Warung sate bu yayuk juga menyediakan jasa memasak untuk acara nikahan, aqiqah dan lainnya. Hampir setiap bulan selalu saja ada pesanan untuk bu yayuk. Ibu paruh baya ini mengaku tidak takut dengan saingan, karena baginya rezeki itu sudah diatur sang kuasa.
Saat ditemui oleh kelompok 6 sabtu malam yang lalu, bu yayuk mengaku dalam sehari bisa memperoleh omset hingga 7 sampai 8 juta rupiah. Produk yang dijual bu yayuk tidak hanya sate, tetapi ada gule dan tongseng. Kepuasan pelanggan dan sikap ramah terhadap semua tamu yang datang adalah ciri khas yang ditonjolkan oleh keluarga bu yayuk.
Simpulan : dari kisah sukses sate luwes ini dapat kita simpulkan bersama, bahwa yang terpenting dalam menjalankan usaha adalah tekad dan keyakinan yang kuat. Bu yayuk awalnya hanya bermodalkan Rp.100.000 perhari untuk usahanya. Namun dengan kueletan dan kerja kerasnya, saat ini dia dapat memperoleh 7-8 juta perhari. Sikap tidak kenal lelah, dan pandai menjaga kepercayaan konsumen serta kecerdasan memilih bidang yang sesuai dengan kemampuannya sehingga kesuksesan dapat dia raih dengan keluarganya.